Akhirnya :D

Hehoehoehoe

Akhirnya setelah berjuang satu bulan lebih semuanya selesai juga 😀

Kemarin ke Cilacap lagi untuk menyelesaikan tugas, padahal punya wanita aneh belum selesai. Katanya sih mau dikirim berkala. Semoga saja cepat selesai yaw 😀

Pasti akan merindukan suasana kantor suatu saat. Orang-orangnya, suaranya, baunya. Banyak yang terjadi selama satu bulan itu. Pengalaman yang didapat sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan.

Kemarin dari Cilacap jam tujuh kurang gara-gara Wanita Aneh kelamaan presentasinya 😦 Kehujanan ditengah jalan 😦 Tapi tak apa, itu terakhir kalinya kami seperti itu yeyeyey!

Pulang dari Cilacap langsung mencoba tempat kopi baru yang ada disebelah SS . Well tempatnya baguuuuus tapi, mahal 😀 Pokoknya RK yang paling oke! Okay aku sedang senang. Hari ini mau bersenang-senang 😀 Caw

Advertisements

Biru, Merah, Hitam, dan Sebuah Titik

Ada tiga warna yang sekarang sedang bertebaran disekitarku. Biru. Semua yang kulihat adalah biru. Jauh dan dekat. Semuanya. Biru adalah warna yang belakangan ini selalu bertebaran didekatku. Biru adalah aku. Entah mengapa, aku tak tahu sebabnya. Tunggu, mungkin aku tahu. Tapi aku berpura-pura untuk tidak mengetahuinya karena aku selalu berharap. Berharap suatu saat akan ada sebuah harapan. Tetapi sepertinya tidak. Sepertinya aku salah. Tidak ada harapan, tidak jika seperti ini terus.

Warna merah juga merupakan warna yang sangat familiar. Hampir setiap hari warna itu berkibar didekatku. Merah itu aku. Itu buruk, tapi itu aku. Ya, aku adalah merah.

Dilain sisi ada sang hitam yang berkibar dikegelapan. Dahulu hitam ini sangat kecil sampai tak ku hiraukan. Tetapi sepertinya dia semakin membesar. Membentuk suatu lubang hitam yang menganga jauh didalam diriku. Hitam yang sangat pekat. Sebentar lagi hitam ini akan menutupiku. Sampai saat inipun aku selalu berharap akan ada suatu cahaya yang akan melawan hitam ini. Tapi sepertinya itu hanyalah harapan belaka.

Titik merupakan sesuatu yang penting. Titik mengakhiri sesuatu dan memulai sesuatu yang baru. Entah kapan titik akan datang kepadaku. Aku tahu titik akan datang suatu saat, tetapi aku harap dia tidak akan pernah datang. Titik itu jahat. Titik itu baik. Aku tidak tahu, hal itu terlalu asing bagiku. Aku takut mengetahui hal asing itu jadi aku tetap berdiam diri. Menunggu sesutu datang menyelamatkan. Menunggu cahaya yang bersinar melawan semua warna ini. Dan aku harap sang titik tak akan pernah datang.

Putri Marmut Ulangtahun

Pagi ini gunung Slamet terlihat sangat jelas, hampir ridak ada awan yang menghalanginya. Gunungnya terlihat sangat besar 🙂

Ohya, tanggal 12 kemarin Putri Marmut berulangtahun. Aku sudah mengontaknya tapi belum dibalas 😦 Apakah kau baik-baik saja?

Hari ini adalah malam terakhirku di Purwokerto dan untuk beberapa hari aku akan berjuang kembali. Tinggal beberapa hari lagi. Akhirnya sebentar lagi selesai 🙂 Semangat untuk Wanita Aneh dan Aku! 😀 Kita pasti bisa 🙂

PS: Oh! Dan ada keluarga burung yang bersarang dipohon dekat rumahku! Kemarin aku baru mengetahui keberadaan sarang itu. Selamat ya atas rumah baru kalian para burung 😀 Pagi ini mereka sedang bermain-main didekat sarang mereka. Kicauannya terdengar begitu indah, seindah suaramu 😀 *hahaha.

Minggu Ketiga di Cilacap

Helloooo 😀

Sudah 3 minggu aku berada disini dan baru sempat menulis diminggu ini. Akhirnya kembali kesini lagi setelah sebelumnya merasakan manisnya libutan. Rasanya ingin merasakannya lagi. Entah kenapa belakangan ini tidak seperti dulu waktu minggu pertaman. Rasanya ada sesuatu yang kurang. Itu-itu saja. Memang menyenangkan bekerja disana dan aku mendapatkan banyak sekali pengalaman, dan itu menarik. Tapi tidakkah menurutmu lebih menarik jika setiap pagi kita bangun dengan semangat besar untuk mengejar impian kita? Ya, aku telah menyadarinya dengan memimlih untuk bekerja disini. Aku menyadari bahwa kita harus mengejar impian kita. Benar kata Steve Jobs,  “Do what you love, because your job gonna take a big part in yout life”. Yup, aku sudah memutuskannya. Mengejar impian. Amin. Ngomong-ngomong impianku dimulai dari sini nih! 😀 Kinnako.

Ohya, dari dulu aku sudah mengetahui keberadaan kantin di Pertamina ini, tapi tidak tahu letaknya dimana. Nah, Selasa kemarin karena kebetulan hujan jadi wanita aneh, mba ITS, dan Aku mencoba makan dikantin. Ternyata jeng jeng, mahal 😦 Tapi lumayan si rasanya. Tapi mahal 😦 Saat kami sedang makan, ada seorang lelaki yang menghampiri kami. Dia aneh. Aku melihat Hanep pada dirinya. Jangan-jangan mereka saudara!

Rencana kami untuk selesai minggu ini sepertinya harus diurung. Pembimbing KP kami pergi semua. Yah sudahlah. Tak apa satu minggu lagi. Semoga tanggal 18 sudah selesai ya 🙂

Ohya, kemarin waktu mau pulang dari kantor, Wanita Aneh dan Aku melewati tempat anak Industri. Disana ada seseorang yang sedang berdiri diambang pintu sambil memainkan pintu. Begitu kami lewat didepannya, aku kan melihat ada apa ramai-ramai. Disaat bersamaan dia juga melihat kami. Rasanya lama. Siapa dia? Jeng jeng. Wanita Gunung.

Terus rencananya Wanita Aneh dan aku ingin ke pantai tetapi tiba-tiba hujan. Mungkin nanti. Doakan tidak hujan yaw! 😀

Benci Rokok

Kamarku bau rokok 😦 Menyebalkan 😦

Sudah satu jam lebih aku sesak karena kamar ini bau rokok. Ada orang yang merokok tepat disebelah kamarku 😦 Huhuhu. Sebulan ini sepertinya aku selalu menjadi perkok pasif. Entah di kantor, entah di kos. Selalu saja 😦

Aku tidak habis pikir kenapa orang senang sekali merokok? Padahal itu sangat menyesakkan. Sangat tidak oke sekali. Kamu pikir keren? Tidak! Sangat tidak oke melihat orang merokok apalagi merokok sembarangan dan tidak tahu diri.

Berhentilah merokok, hidupmu akan lebih indah.

Pekerja Itu Tidak Enak, Jadilah Pengusaha

Beberapa minggu ini aku benar-benar merasakan bagaimana rasanya bekerja. Berangkat pada jam yang ditentukan, dan terkadang pagi sekali. Pulang pada jam yang ditentukan pula, dan terkadang sore sekali. Waktu istirahat diatur sedemikian rupa sehingga hanya cukup untuk makan siang dan sholat. Pekerjaan yang membosankan dan itu-itu saja. Seragam yang sudah ditentukan seperti anak sekolah. Semua itu tidak mengenakan sekali. Tidak bebas.

Dalam hidup ini apa yang ingin kau lakukan? Maksudku benar-benar ingin kau lakukan? Hidup itu hanya sekali. Jangan hidup untuk mimpi orang lain, melainkan hiduplah untuk mewujudkan mimpimu sendiri. Begitu kata pepatah yang pernah kudengar. Memang betul, hidup itu harus mengejar impian sendiri.

Banyak orang yang lupa akan poin satu ini. Memang, kerasnya kehidupan membuat mereka rela untuk menjual waktu mereka yang berharga, bahkan sebagian rela menggadaikan impian mereka. Semua itu untuk apa? Sesuap nasi, keselamatan dan keamanan ekonomi, uang. Kalau aku bilang jangan pedulikan uang itu memang salah karena tanpa benda itu kita tidak dapat hidup, setidaknya tidak seperti apa yang kita mau. Tapi percayalah, ada atau tidak adanya benda itu; hidupmu akan terasa hambar jika engkau menggadaikan impianmu. Rutinitasmu hanya itu-itu saja. Kehidupanmu hanya iterasi tiada henti sampai engkau menginjak usia senja dan baru menyadari banyak yang belum kau lakukan. Percayalah tulisan yang satu ini. Aku merasakannya.

Mengejar mimpi memang tidak semudah itu. Banyak yang harus dipertimbangkan. Maka dari itu kejarlah dari sekarang. Mulailah lebih awal dari orang lain. Itupun masih belum cukup. Kau harus berusaha dua, tiga, atau bahkan sepuluh kali lebih kuat dari orang lain untuk berhasil. Jangan biarkan kasur menjeratmu pada malam dan pagi hari. Bangun, kerja, wujudkan mimpimu. Apapun itu.

Melukis? Menyanyi? Memulai bisnis? Apapun mimpimu, kejarlah. Kejar dari sekarang sehingga kau tidak perlu merasakan bagaimana bosannya menjadi pekerja. Kejarlah mimpimu agar setiap pagi engkau bangun dengan senyum dan semangat yang besar. Kejarlah mimpimu karena pekerjaanmu akan menjadi bagian besar dalam hidupmu.

Let’s back to work!

Putri Marmut

Pagi lainnya di kota ini. Tidak terasa sudah 3 minggu berada disini. Waktu memang berlalu begitu cepat. Jika melihat kebelakang, semuanya terasa berbeda dari sekarang. Sangat berbeda.

Ohya, tiba-tiba aku teringat Putri Marmut; jadi aku mencari tahu kabarnya. Daaan.., aku melihat sebuah foto. Semoga kau bahagia sekarang Putri Marmut. Hahahaha. Mirip kok 😀

Yasudah, jam memang tidak bersahabat. Terus bergerak tidak mau menungguku. Mau tidak mau aku harus berangkat sekarang. Caw 😉

Angin Laut, Derai Ombak, dan Luasnya Samudera

Gatal sekali rasanya belum mandi. Anyway, kali ini aku akan menceritakan tentang laut. Dilihat dari judulnya keren sekali bukan? Sudah seperti penulis beneran hahaha. Amin. Oke, sebelum aku bercerita kesana, aku akan menceritakan hari-hari dikantor seperti biasa.

Hari ini, aku baru mengetahui kalau si Jepang ternyata adalah orang Korea! Oh tidak! Koreaaaa! Dia hari ini datang lagi ke kantor. Kebetulan sedang tidak ada orang kecuali kami (baca: mahasiswa KP) disana. Dia duduk menunggu dimeja pak Resses. Sebelum duduk dia bilang “tunggu”. Tidak salah lagi dia bisa berbicara bahasa Indonesia. Lucunya lagi, kebetulan saat itu telepon sedang berdering dan seperti biasa jika satu telepon berdering, telepon lain ikut berdering. Mungkin si Jepang (aku lebih nyaman memanggilnya begitu daripada si Korea) merasa terganggu atau bagaimana sampai-sampai dia mengangkat telepon dan berkata “Halo”. Kata-kata selanjutnya yang keluar yang membuat lucu. Dia langsung berkata “Hanseyong” atau semacamnya yang artinya dadah. Bayangkan, orang yang menelepon dengar begitu hahaha. Wanita Aneh dan aku langsung cekikikan sendiri melihat tingkah si Jepang ini.

Si jepang menunggu lama, sekitar satu jam sampai mas Eka datang. Begitu mas Eka datang, si Jepang langsung bangkit dan bertingkah seperti “Nah ini dia orangnya, bagus bagus akhirnya datang juga”. Mas Eka datang dengan santainya sambil menyeruput secangkir kopi. Wah jangan-jangan daritadi lagi ngopi mas Ekanya! Si jepang kemudian bilang “Verifikasi sukses” sambil menunjik kunci elektronik pada pintu server. Dia mengulanginya lagi sambil senyum-senyum tidak jelas. Maksudnya tolong bukakan pintu servernya karena setiap pintu terbuka memang terdengar suara “Verifikasi sukses”.

Sepulang kantor, Wanita Aneh dan aku jalan-jalan sebentar. Kami mencoba menuju pantai Teluk Penyu dan mendapati suatu tempat bernama “Kampung nelayan” atau semacamnya (Setelah sempat tersasar). Tempat itu dari depan tidak meyakinkan, tetapi begitu menaiki tangga menuju pantai, wah… Aku masih ingat bagaimana perasaan ketika pertama kali melihat hamparan samudera yang sangat luas untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Sungguh mengagumkan. Sangat luas dan biru. Banyak kapal dikejauhan. Ah rasanya mengagumkan.

Dipantai itu (letaknya sebelum pelabuhan tempat aku tersasar bersama Beruang) tidak terlalu banyak manusia dan sampahnya juga tidak sebanyak Teluk Penyu. Pemandanganya bagus, menurutku lebih bagus dari Teluk Penyu jika memandang lautan. Teluk Penyu hanya bagus untuk memandang Nusakambangan atau dati ujung dermaganya. Menuruku sih. Kalian harus coba kesini kalau mampir ke Cilacap.

Setelah puas memandangi sekeliling, kami pergi ke Teluk Penyu. Seperti dugaan, ramai dan terkesan “kumuh” karena sampah berserakan dimana-mana. Dan seperti dugaan pula, pemandangan Nusakambangan sangat indah dari tepi teluk. Rasanya tinggal berenang dan sampai diseberang. Angin terasa berhembus kencang. Lebih kencang dari biasanya. Banyak kapal-kapal nelayan yang ada ditepi pantai, persiapan mencari ikan malam hari. Pantulan sinar matahari diair yang membuat semuanya menjadi indah. Semoga besok-besok bisa kesitu lagi. Ohya, ke Benteng Pendem semoga.

Setelah puas, kami mencari-cari rumah makan seafood langgananku, ternyata sudah bolak-balik tidak ketemu juga. Ternyata sudah dibongkar! Aku baru menyadarinya setelah sekian kali bolak-balik. Entah kenapa dibongkar, padahal enak kan 😦 Akhirnya aku memilih cafe Teluk Penyu yang bangunannya paling mentereng dari bangunan lain. Rumah makannya sepi, tapi bagus. Kami memilih makan dilantai dua dan memang sungguh bagus pemandangannya. Sekali-kali makan ditempat seperti itu ehehe. Tapi.. ada tapinya. Ehem mahal 🙂 Pokoknya jangan sekali-kali memilih tempat makan yang paling mentereng dan sepi. Pasti ada apa-apanya. Tapi tidak apa-apa karena worth it. Yang penting Wanita Aneh senang 🙂

Daaan ini mengakhiri ceritaku yang terbilang lumayan panjang dibanding cerita-cerita lainnya. Okay semoga besok ada cerita yang lebih menarik! See yaaaa 😀

Ada Orang Jepang

Belakangan ini ada sesuatu yang terjadi pada server database Pertamina dan belakangan ini pula tempat kerjaku selalu ribut. Banyak obrolan-obrolan dan suara-suara yang membuat tertawa. Terutama saat orang Jepang itu datang. Tidak tahu kenapa aku senang sekali melihat tingkahnya. Lucu.

Pernah suatu ketika orang Jepang itu masuk ke server tanpa salam, pembimbing kami langsung membicarakan orang Jepang itu. Besoknya orang Jepang itu kalau masuk salam dulu hahaha. Mungkin pembimbing kami tidak tahu kalau oang Jepang itu mengerti bahasa Indonesia.

Ada lagi waktu siang-siang orang Jepang itu selesai bekerja didalam server, lalu dia entah berbicara apa kepada mas Satu. Lalu mas Satu iya-iya saja dan mengantarnya keluar ruangan sambil senyum-senyum. Yang membuat ketawa mas Satu bilang “Aku ora ngerti ngomong apa.” 😀 Sepertinya si Jepang mau meminta sesuatu atau apa, tapi malah diantar keluar dan pintunya langsung ditutup sama mas Satu dikira pamitan.

Semoga besok dia datang lagi.

Ada Kecelakaan !

Hey, tadi sore aku menyaksikan sebuah kecelakaan! Kecelakaan ini antara mobil dan sepeda. Kasihannya lagi, yang ditabrak adalah anak SD! Sepertinya dia mau mengaji kemasjid Pertamina. Kasihan sekali 😦

Kejadian itu berlangsung tepat didepan mataku. Sampai saat inipun aku masih ingat bagaimana anak itu tertabrak. suara tabrakan itu, dan kejadian setelahnya. Jadi ceritanya anak itu sedang menyebrang dengan sepedanya tanpa menengok kanan-kiri. Disisi lain, ada mobil pickup yang melaju kencang. Alhasil tertabraklah anak tadi. Anak itu sampai terpental dan terguling-guling beberapa meter. Sungguh kasihan. Aku tidak habis pikir bagaimana rasanya 😦

Tidak ada luka luar, tapi aku yakin ada luka dalam. Anak itu langung tidak sadarkan diri setelah tertabrak mobil. Untungnya yang menabrak bertanggung jawab dan membawanya kerumah sakit. Semoga dia baik-baik saja 🙂 Amiiin.