Pawai Pertama

Hellooooo 😀

Hari ini Banyumas mengadakan pawai demi memperingati ulangtahunnya lho! Pawai ini rutin diadakan setiap tahun. Banyak yang ikut meramaikan pawai ini, ada Bupati, DPRD dan staf-staf, polisi, sekolah, dan masih banyak 😀 Bapak dan Ibu juga ikut pawai loh! 😀

Ohya, sepertinya ini merupakan pawai pertamaku hahahaha. Aku tidak pernah menonton pawai sedekat ini (seingagtku sih). Mungkin dulu pernah waktu kecil, entahlah.

Disana sangat amat ramai. Harus masuk-masuk gang (sebelah mie ayam Telk*m) dulu untuk dapat parkir dan melihat pawai karena semua akses jalan ditutup. Well pengalaman yang menarik. Sayangnya aku tidak membawa topi. Panas sekali disana sampai pusing hahaha. Ohya aku menonton pawai itu bersama Wanita Aneh. Dia sangat antusias untuk menonton paling depan 😀

Setelah pawai selesai (atau aku anggap selesai), kami pergi ke SS! Yeyeyey! Tempat makan paling top deh pokoknya 😀 Untung saja masih baru buka jadi langsung masuk. Walau baru buka tapi sudah banyak yang makan disana. Luar biasa sekali ya 😀

Selesai itu kami sholat di Masjid biasa dan tetetet ke Gramed! Ehm sebelumnya foto dulu 😀 Di Gramed banyak buku bagus. Aku mau beli semua 😦 Padahal niatnya hanya melihat-lihat, tetapi entah kenapa jika aku kesitu pasti bawaannya beli buku 😀 Tak apalah, buku kan sumber pengetahuan. Iya kan? 😀

Malam ini terbersit banyak ide dan sebelum aku menulis tulisan ini aku sedang mencoba mewujudkan ide itu. Sepertinya ide yang sangat menarik. Tunggu ya! Akan aku perlihatkan suatu saat 😀

Caw 🙂

Kemarin SMADHA Expo

SMADHA, SMA yang paling keren dan penuh kenangan. Ulangtahunnya sama seperti SMP 2, 1 Maret. Beberapa tahun ini memang exponya tidak tepat 1 Maret. Harusnya tepat yaw!

Expo itu adalah malam yang sangat meriah. Banyak kenangan disana. Expo merupakan peringatan pertama suatu perpisahan.

Sayangnya kemarin aku tidak bisa melihat expo Smadha. Sebenarnya sangat amat ingin kesana. Tapi yah sudahlah. Tak apa 🙂 Tahun depan harus kesana dengan status bukan mahasiswa lagi oke? 😀

Akhirnya :D

Hehoehoehoe

Akhirnya setelah berjuang satu bulan lebih semuanya selesai juga 😀

Kemarin ke Cilacap lagi untuk menyelesaikan tugas, padahal punya wanita aneh belum selesai. Katanya sih mau dikirim berkala. Semoga saja cepat selesai yaw 😀

Pasti akan merindukan suasana kantor suatu saat. Orang-orangnya, suaranya, baunya. Banyak yang terjadi selama satu bulan itu. Pengalaman yang didapat sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan.

Kemarin dari Cilacap jam tujuh kurang gara-gara Wanita Aneh kelamaan presentasinya 😦 Kehujanan ditengah jalan 😦 Tapi tak apa, itu terakhir kalinya kami seperti itu yeyeyey!

Pulang dari Cilacap langsung mencoba tempat kopi baru yang ada disebelah SS . Well tempatnya baguuuuus tapi, mahal 😀 Pokoknya RK yang paling oke! Okay aku sedang senang. Hari ini mau bersenang-senang 😀 Caw

Biru, Merah, Hitam, dan Sebuah Titik

Ada tiga warna yang sekarang sedang bertebaran disekitarku. Biru. Semua yang kulihat adalah biru. Jauh dan dekat. Semuanya. Biru adalah warna yang belakangan ini selalu bertebaran didekatku. Biru adalah aku. Entah mengapa, aku tak tahu sebabnya. Tunggu, mungkin aku tahu. Tapi aku berpura-pura untuk tidak mengetahuinya karena aku selalu berharap. Berharap suatu saat akan ada sebuah harapan. Tetapi sepertinya tidak. Sepertinya aku salah. Tidak ada harapan, tidak jika seperti ini terus.

Warna merah juga merupakan warna yang sangat familiar. Hampir setiap hari warna itu berkibar didekatku. Merah itu aku. Itu buruk, tapi itu aku. Ya, aku adalah merah.

Dilain sisi ada sang hitam yang berkibar dikegelapan. Dahulu hitam ini sangat kecil sampai tak ku hiraukan. Tetapi sepertinya dia semakin membesar. Membentuk suatu lubang hitam yang menganga jauh didalam diriku. Hitam yang sangat pekat. Sebentar lagi hitam ini akan menutupiku. Sampai saat inipun aku selalu berharap akan ada suatu cahaya yang akan melawan hitam ini. Tapi sepertinya itu hanyalah harapan belaka.

Titik merupakan sesuatu yang penting. Titik mengakhiri sesuatu dan memulai sesuatu yang baru. Entah kapan titik akan datang kepadaku. Aku tahu titik akan datang suatu saat, tetapi aku harap dia tidak akan pernah datang. Titik itu jahat. Titik itu baik. Aku tidak tahu, hal itu terlalu asing bagiku. Aku takut mengetahui hal asing itu jadi aku tetap berdiam diri. Menunggu sesutu datang menyelamatkan. Menunggu cahaya yang bersinar melawan semua warna ini. Dan aku harap sang titik tak akan pernah datang.

Putri Marmut Ulangtahun

Pagi ini gunung Slamet terlihat sangat jelas, hampir ridak ada awan yang menghalanginya. Gunungnya terlihat sangat besar 🙂

Ohya, tanggal 12 kemarin Putri Marmut berulangtahun. Aku sudah mengontaknya tapi belum dibalas 😦 Apakah kau baik-baik saja?

Hari ini adalah malam terakhirku di Purwokerto dan untuk beberapa hari aku akan berjuang kembali. Tinggal beberapa hari lagi. Akhirnya sebentar lagi selesai 🙂 Semangat untuk Wanita Aneh dan Aku! 😀 Kita pasti bisa 🙂

PS: Oh! Dan ada keluarga burung yang bersarang dipohon dekat rumahku! Kemarin aku baru mengetahui keberadaan sarang itu. Selamat ya atas rumah baru kalian para burung 😀 Pagi ini mereka sedang bermain-main didekat sarang mereka. Kicauannya terdengar begitu indah, seindah suaramu 😀 *hahaha.

Minggu Ketiga di Cilacap

Helloooo 😀

Sudah 3 minggu aku berada disini dan baru sempat menulis diminggu ini. Akhirnya kembali kesini lagi setelah sebelumnya merasakan manisnya libutan. Rasanya ingin merasakannya lagi. Entah kenapa belakangan ini tidak seperti dulu waktu minggu pertaman. Rasanya ada sesuatu yang kurang. Itu-itu saja. Memang menyenangkan bekerja disana dan aku mendapatkan banyak sekali pengalaman, dan itu menarik. Tapi tidakkah menurutmu lebih menarik jika setiap pagi kita bangun dengan semangat besar untuk mengejar impian kita? Ya, aku telah menyadarinya dengan memimlih untuk bekerja disini. Aku menyadari bahwa kita harus mengejar impian kita. Benar kata Steve Jobs,  “Do what you love, because your job gonna take a big part in yout life”. Yup, aku sudah memutuskannya. Mengejar impian. Amin. Ngomong-ngomong impianku dimulai dari sini nih! 😀 Kinnako.

Ohya, dari dulu aku sudah mengetahui keberadaan kantin di Pertamina ini, tapi tidak tahu letaknya dimana. Nah, Selasa kemarin karena kebetulan hujan jadi wanita aneh, mba ITS, dan Aku mencoba makan dikantin. Ternyata jeng jeng, mahal 😦 Tapi lumayan si rasanya. Tapi mahal 😦 Saat kami sedang makan, ada seorang lelaki yang menghampiri kami. Dia aneh. Aku melihat Hanep pada dirinya. Jangan-jangan mereka saudara!

Rencana kami untuk selesai minggu ini sepertinya harus diurung. Pembimbing KP kami pergi semua. Yah sudahlah. Tak apa satu minggu lagi. Semoga tanggal 18 sudah selesai ya 🙂

Ohya, kemarin waktu mau pulang dari kantor, Wanita Aneh dan Aku melewati tempat anak Industri. Disana ada seseorang yang sedang berdiri diambang pintu sambil memainkan pintu. Begitu kami lewat didepannya, aku kan melihat ada apa ramai-ramai. Disaat bersamaan dia juga melihat kami. Rasanya lama. Siapa dia? Jeng jeng. Wanita Gunung.

Terus rencananya Wanita Aneh dan aku ingin ke pantai tetapi tiba-tiba hujan. Mungkin nanti. Doakan tidak hujan yaw! 😀

Benci Rokok

Kamarku bau rokok 😦 Menyebalkan 😦

Sudah satu jam lebih aku sesak karena kamar ini bau rokok. Ada orang yang merokok tepat disebelah kamarku 😦 Huhuhu. Sebulan ini sepertinya aku selalu menjadi perkok pasif. Entah di kantor, entah di kos. Selalu saja 😦

Aku tidak habis pikir kenapa orang senang sekali merokok? Padahal itu sangat menyesakkan. Sangat tidak oke sekali. Kamu pikir keren? Tidak! Sangat tidak oke melihat orang merokok apalagi merokok sembarangan dan tidak tahu diri.

Berhentilah merokok, hidupmu akan lebih indah.

Pekerja Itu Tidak Enak, Jadilah Pengusaha

Beberapa minggu ini aku benar-benar merasakan bagaimana rasanya bekerja. Berangkat pada jam yang ditentukan, dan terkadang pagi sekali. Pulang pada jam yang ditentukan pula, dan terkadang sore sekali. Waktu istirahat diatur sedemikian rupa sehingga hanya cukup untuk makan siang dan sholat. Pekerjaan yang membosankan dan itu-itu saja. Seragam yang sudah ditentukan seperti anak sekolah. Semua itu tidak mengenakan sekali. Tidak bebas.

Dalam hidup ini apa yang ingin kau lakukan? Maksudku benar-benar ingin kau lakukan? Hidup itu hanya sekali. Jangan hidup untuk mimpi orang lain, melainkan hiduplah untuk mewujudkan mimpimu sendiri. Begitu kata pepatah yang pernah kudengar. Memang betul, hidup itu harus mengejar impian sendiri.

Banyak orang yang lupa akan poin satu ini. Memang, kerasnya kehidupan membuat mereka rela untuk menjual waktu mereka yang berharga, bahkan sebagian rela menggadaikan impian mereka. Semua itu untuk apa? Sesuap nasi, keselamatan dan keamanan ekonomi, uang. Kalau aku bilang jangan pedulikan uang itu memang salah karena tanpa benda itu kita tidak dapat hidup, setidaknya tidak seperti apa yang kita mau. Tapi percayalah, ada atau tidak adanya benda itu; hidupmu akan terasa hambar jika engkau menggadaikan impianmu. Rutinitasmu hanya itu-itu saja. Kehidupanmu hanya iterasi tiada henti sampai engkau menginjak usia senja dan baru menyadari banyak yang belum kau lakukan. Percayalah tulisan yang satu ini. Aku merasakannya.

Mengejar mimpi memang tidak semudah itu. Banyak yang harus dipertimbangkan. Maka dari itu kejarlah dari sekarang. Mulailah lebih awal dari orang lain. Itupun masih belum cukup. Kau harus berusaha dua, tiga, atau bahkan sepuluh kali lebih kuat dari orang lain untuk berhasil. Jangan biarkan kasur menjeratmu pada malam dan pagi hari. Bangun, kerja, wujudkan mimpimu. Apapun itu.

Melukis? Menyanyi? Memulai bisnis? Apapun mimpimu, kejarlah. Kejar dari sekarang sehingga kau tidak perlu merasakan bagaimana bosannya menjadi pekerja. Kejarlah mimpimu agar setiap pagi engkau bangun dengan senyum dan semangat yang besar. Kejarlah mimpimu karena pekerjaanmu akan menjadi bagian besar dalam hidupmu.

Let’s back to work!

Putri Marmut

Pagi lainnya di kota ini. Tidak terasa sudah 3 minggu berada disini. Waktu memang berlalu begitu cepat. Jika melihat kebelakang, semuanya terasa berbeda dari sekarang. Sangat berbeda.

Ohya, tiba-tiba aku teringat Putri Marmut; jadi aku mencari tahu kabarnya. Daaan.., aku melihat sebuah foto. Semoga kau bahagia sekarang Putri Marmut. Hahahaha. Mirip kok 😀

Yasudah, jam memang tidak bersahabat. Terus bergerak tidak mau menungguku. Mau tidak mau aku harus berangkat sekarang. Caw 😉