The Perfect Piece

Pernahkah kau berfikir kalau hati itu seperti kepingan puzzle?  Bahwa kita harus mencari kepingan yang tepat agar puzzle itu sempurna?  Well itu bagian yang paling sulit – Menemukan kepingan yang tepat. Yang meski hanya berbeda ukuran seperti secuil nasi yang dicuil-cuil lagi tidak akan dapat melengkapi puzzle ini.

Semua orang yang ada didunia ini adalah kepingan puzzle itu. Dan kita harus mencari kepingan yang tepat diantara banyaknya gerombolan manusia yang ada. Terkadang engkau menemukan sesuatu yang kau anggap tepat. Tetapi ternyata tidak. Dan terkadang kau melihat kepingan yang sebenarnya tepat, tetapi kau melewatinya karena kepingan itu tidak bersinar dan terlihat kucel. Dan ada juga kepingan yang benar-benar tepat dan bersinar paling terang diantara kepingan lainnya tetapi kau tidak mengambilnya, karena suatu alasan. Mungkin kau melihat bahwa puzzle yang sudah kau bentuk terlihat kucel sehingga kepingan yang menawan itu terasa tidak pantas berada di puzzlemu. Kadang kau ingin mengambil kepingan menawan itu tapi kau tidak dapat meraihnya, sesuatu menghalangimu. Dan terkadang kepingan menawan itu diambil oleh orang lain dahulu sehingga kau hanya bisa menatapnya dari jauh.

Pertanyaanya adalah bagaimana kita dapat mengenali kepingan yang tepat sebelum memasangkannya dalam puzzle kita? Bisakah? Tentu saja bisa. Orang itu, yang selalu kau pikirkan saat kau bangun tidur, saat kau melamun, saat kau sibuk, dan saat kau ingin tidur. Dialah kepingan yang tepat.

Advertisements

2 thoughts on “The Perfect Piece

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s