Jogja (lagi)

Hari ini aku ke Jogja lagi 😀 Kali ini bersama keluarga besar. Kami berangkat pukul 5 pagi. Perjalanan kali ini terasa pendek (berangkatnya) entah kenapa. Mungkin karena kami pergi bersama-sama yang notabene sudah lama sekali. Dalam perjalanan kali ini aku mendapat berbagai hal baru dan bermanfaat. Mulai dari jalan baru, tempat makan baru, serta ilmu atau nasihat baru. Nah nasihat ini nih yang paling berharga. Nasihat kehidupan. Jadi segalanya itu titipan dan kita harus berfikir panjang. Jangan sampai lepas ikatan. Yah intinya si begitu.

Perlu diingat kalo mau sholat dekat Purworejo mending ke Masjid AC ajaaa. Terus-terus harus nyobain sop di rumah makan ASLI, ternyata enak loh! (Warna orange ya rumah makannya).

Terus apalagi ya? Oya tumben dedek kecil rewel kalo ditinggal pergi. Biasanya diem aja.

Asprak Struktur Data dan.. Unity

Heloo, sudah lama tidak menulis. Yah karena sibuk dan kecapean sehingga tidak sempat menulis. Sebenarnya dari dulu ingin menulis dan berbagi berbagai cerita, tapi yasudah baru sempat menulis sekarang.

Jadi ceritanya aku daftar asisten praktikum lagi – kali ini asisten struktur data. Alhamdulilah keterima 🙂 Dan yah siap-siap sibuk lagiii. Semoga aja jadi bertambah pengalaman dan kemampuan yaah amiin 🙂

Ohya, ini sudah memasuki akhir Maret. Dulu aku bilang “lihat saja Maret nanti!” dan sekarang sudah Maret. Emm emang ada apa? Ga jadi Workshop ternyara tetapi Game Developer sekarang resmi menjadi PSP dan didukung oleh jurusan! Yey! Daaan aku koordinatornya serta pengajar divisi programingnya :D. Semoga lancar yaaa amiiin 😀

Jogjaaaa :D

Beberapa minggu ini kami sekeluarga sering ke Jogja untuk mengurus kepindahan kakak. Dan kemarin adalah kesekian kalinya aku ke Jogja diakhir pekan. Tumben sekali perjalanan kali ini aku tidak mual dan terkena traveler’s sick (apa coba itu? gatau aku ngarang sendiri hahaha XD). Perjalanan kali ini terasa lebih lama, mungkin karena sekarang membawa 2 mobil. Kami berhenti makan siang di rumah makan yang bernama “Rumah Makan Mba Tin” yang berada di Purworejo. Tempatnya lumayan enak untuk keluarga. Lokasi ditengah sawah sehingga sejuk dan memiliki pemandangan yang cukup bagus. Aku memesan kerang lada hitam dan ternyata ueenak :9 Kalian harus mencoba menu yang satu ini. Oh iya, kakak iparku memsan kerang rebus dan aku rasa kurang memuaskan. Rekomendasiku jangan memesan yang satu ini.

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan dan ternyata truk yang membawa barang pindahan sudah mendahului kami. Mereka sudah sampai Wates. Kami mempercepat laju kami. Ditengah perjalanan katanya truk menunggu di Ambarketawang. Yaudah kami langsung kesana. Eh ternyata ada kabar lagi kalau truk mau langsung saja ke alamat. Yasudah kami juga langsung. Ternyata setelah sampai alamat, truk belum datang juga. Mereka nyasar katanya hohoho. Setelah ditunggu-tunggu, truk datang juga tetapi tidak bisa masuk gang karena ada gapuranya. Jadi kita harus nurunin beberapa barang ke mobil malam-malam dan saat itu gerimis cukup deras. Akhirnya setelah satu jam menurunkan barang, truk bisa melewati gapura dan tiba dirumah. Aku membantu menurunkan barang (lagi) sampai larut malam. Wah rasanya capai sekali, laperlagi.

Paginya bersih-bersih sebentar daaan pergi. Kami pulang, tetapi sebelum itu kami mau ke seruling mas dulu. Dan tahu tidak? disana kami ditipu preman! Ah sialan tuh preman. Harusnya kan ya masuk aja ke kebun binatangnya tapi malah dicegat preman dan disuruh parkir dipinggir jalan. Udah gitu mahal lagi. Masa mobil 25 ribu parkirnya. Yaudah si ikhlas gapapa.

Terus-terus.. tamat. Oh iya ini minggu kemarin, belum sempat post. Masih draft dan baru sempat post sekarang.

A Letter To My Indonesia

Kitty Sitompul

To all my Indonesian brothers and sisters;

If you can read this article in English and understand it without any problem, chances are you’ve got a good education, good enough to communicate in a foreign language, or you’re open-minded, open-minded enough to know that being able to speak English doesn’t make you less patriotic.

In fact, this whole article is about patriotism. Yes, Indonesia. I’m looking at you. Sharply. And the smart people of Indonesia, you too. I want to say this: We failed our country, didn’t we?

My husband and I just came back from Indonesia a couple days ago. I was pretty hopeful to see the new Indonesia, since we have our new president and a new set of parliaments. But Indonesia is the same, even backward. I know there are many people, just like me, put their hopes up along with the new Jokowi administration. I also…

View original post 925 more words