Dia, wanita dulu kucintai

Hari-hariku berjalan seperti biasa. Setidaknya itu yang kupikir. Terlalu biasa. Mungkin semenjak kami mengambil jalan berbeda, dihari itulah hari-hariku menjadi biasa. Aku jadi ingat saat dimana setiap hari kunanti dengan senyuman. Hari-hari dimana aku merasa diriku. Dimana cinta berada. Hari-hari itu sebenarnya belum lama berlalu.

Dua tahun lalu semuanya dimulai. Kesibukan pelajar SMA yang menghadapi berbagai ujian. Kenangan manis masa SMA yang mulai terasa manisnya. Cinta dari satu hati untuk satu orang yang sangat spesial. Semuanya dimulai bersamaan.

Hmm.. pikiranku sedikit tenang sekarang setelah sholat. Tapi kalo ada yang aku mau itu ketemu dia lagi. Bicara. Ketawa. Menyenangkan rasanya.

Advertisements

2 thoughts on “Dia, wanita dulu kucintai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s