Saat Dunia Mempermainkanmu

Entah apa yang terjadi dengan dunia ini. Dimana-mana ada kepalsuan, kepura-puraan, dan drama. Rasanya seperti semua orang menutupi diri mereka yang sebenarnya. Saat pertama kali kamu bertemu orang. Dia akan berlaku sangat baik terhadapmu. Sangat baik. Mereka memujimu, membuatmu tertawa, dan membelamu. Mereka mengelilingimu. Tetapi saat kamu tidak bisa melakukan apa yang mereka harap, apa yang mereka inginkan; kamu dibuang. Iya dibuang begitu saja. Seperti dicampakkan. Mungkin tidak terang-terangan. Mereka bahkan tidak menunjukkan kebencian terhadapmu dan orang lain tidak akan sadar akan hal itu. Tapi kamu menyadarinya. Kamu seperti terasingkan. Kamu seperti berada ditempat dimana kamu tidak seharusnya disitu. Ditempat itu kamu tidak dianggap. Mereka hanya datang jika meminta bantuan. Selebihnya? Kamu dicampakkan.

Aku menulis ini karena mungkin aku salah satu korbannya. Ya, aku sering merasa seperti itu. Sendirian ditengah kerumunan orang. Itu adalah hal terburuk yang dapat kamu rasakan. Kamu pikir kamu hebat. Kamu pikir semua orang menyukaimu, membelamu. Ternyata salah. Mereka hanya memanfaatkanmu. Mereka semaunya sendiri.

Belum cukup dengan pikiran dan tenagamu. Mereka bahkan mempermainkan perasaanmu. Suatu saat kamu dibuat merasa menjadi orang penting dan dipuja-puja. Saat lain kamu merasa seperti bukan siapa-siapa dan dicaci. Itu menyedihkan. Lebih menyedihkan lagi saat perasaan spesialmu dipermainkan. Kamu berhasil dibuatnya menjadi seperti “kamulah orangnya”. Tetapi sebenarnya bukan. Kamu cuma orang bodoh yang mereka jadikan mainan. Karena kamu gampang ditipu. Mereka mempermainkanmu. Mereka mengira kamu itu lemah, padahal tidak. Aku tahu kamu itu kuat. Mungkin orang terkuat yang pernah aku kenal. Iya, kuat.

Buktikan bahwa kamu kuat dan kamu tidak butuh mereka. Kamu sendiri sudah cukup. Kamu disini, ditempatmu sekarang dimanapun itu bukan untuk main-main. Kamu disini untuk menjadi kuat. Mungkin itu kenapa banyak ujian datang padamu – Untuk jadi kuat. Perkuat tembok disekitarmu, jangan biarkan nsatu orangpun memasukinya, kecuali jika kamu sudah siap menanggung resikonya. Satu orang – Kamu. Sudah cukup untuk mengalahkan ribuan tentara musuh.

Advertisements

2 thoughts on “Saat Dunia Mempermainkanmu

  1. human is social living thing, I do believe it’s impossible for you to be individual person, even you should have minimal 1 person that you believe and can hear all of your feelings 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s