Main Beersama-sama

Sore ini kami berencana untuk main. Katanya sih Intan mau nraktir, kan belum lama ini dia ulang tahun. Rencananya sih jam 3 tapi hujan, jadi diundur sampai jam 5 dan seperti biasa masih pada telat. Akhirnya kami berangkat jam setengah 6 dari rumah Intan ke sebuah restoran di pedalaman. Iya pedalaman. Restorannya masuk-masuk gang, tapi cukup besar sih..

Disana kami makan disebuah gubuk kecil, nyaris tidak cukup karena kami ada 7 orang. Dan ditengah-tengah sesi makan, Vira tiba-tiba menangis gara-gara sedih memikirkan nasib adiknya yang ngga bisa masuk IPA dan malah masuk IPS. Well, setelah sedikit tenang, dan jam menunjukkan oukul 07.30, kami kembali kerumah Intan.

Disana Eris sudah menunggu kedatangan kami. Dia datang kesitu karena Vira meneleponnya untuk datang menjemputnya pulang. Setelah beercakap-cakap bebeerapa saat, kami pergi lagi untuk melanjutkan obrolan kami. Kali ini tanpa Vira. Awalnya, kita mau ke Merdeka 8, tapi ternyata tutup. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke ChocoKlik yang letaknya tidak jauh dari situ.

Di Chocoklik kami seperti kumpulan orang alay. Kami berfoto-foto tanpa mempedulikan orang lain. Ya untung saja sih disekitar kami sangat sedikit orang karena kami memilih tempat duduk di lantai dua. Kami ada di situ sampai hampir tutup. Mungkin kami adalah costumer no 2 terakhir. Di jalan pulang aku bernyanyi seperti orang gila. Ya seperti biasanya. Itu salah satu caraku untuk merilekskan saraf-saraf ketegangan karena terlalu banyak pikiran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s