Nonton Film

Tadi baru saja menonton film Guardian Of The Galaxy di bioskop sama Opip, Angga, Tsabit, dan Kholid. Filmnya seru, tapi masih kerenan X-Men dong hohoho. Semakin cinta sama Marvel *Love.

Oh iya, tadi aku juga melihat trailer dari beberapa film dan kurasa harus aku masukkan kedalam Watch-listku. Ada Night at The Museum 3, ada juga Big Heroes – Film animasi dari Disney. Film Guardian of the Galaxy ini ternyata masih ada kelanjutannya loh! Harus aku tonton juga nih kalo udah keluar.

Setelah nonton, kita pergi makan di “Superman” depan UNSOED. Pelayanannya engga oke, kalau disuruh kesitu lagi aku engga mau ah. Tadi makanannya Angga ada semutnya. Banyak. Gara-garanya dia pakai kecap yang ternyata isinya semut! Jadi dia makan mie campur semut deh hahaha. Kelihatannya dia sangat kesal. Mienya aku sama Tsabit juga lama banget dibuatinnya. Udah gitu penyajiannya kurang oke, sangat-sangat tidak profesional.

Tsabit tadi bilang katanya mau membuka cabang. Dia sempat tanya-tanya daerah Pabuaran dan Unwiku. Katanya dia mau membuat “konsep baru” – Mie ayam aneka rasa! Katanya sih sudah ada rasa rendang dan opor. Wow, kelihatannya unik nih. Harus aku coba kalau sudah buka!

Advertisements

Writing Challenge #4 : 3-Day Post (Part I)

Yap, maaf karena kemarin aku skip menulis, engga tau kenapa ngantuk banget jadi males nulis hohoho. Hari ini tantangannya adalah menulis tentang kehiangan (sesuatu atau seseorang) dan buat post ini berlanjut menjadi tiga chapter (tiga hari berturut-turut). Mungkin sebaiknya aku menulis Fiksi ya karena postnya akan berlanjut 3 hari kedepan? Umm, well let’s write on!

****

i love rainy day

Aku masih ingat bagaimana suasana saat itu. Waktu itu aku sedang duduk disebuah kursi dibawah gazebo taman. Udaranya dingin. Langit sedang menangis dan meneteskan air matanya ke bumi. Pohon-pohon yang ada ditaman itu berdansa bersama angin dengan sangat bergairah. Aku sendirian. Bajuku basah dan aku lupa membawa payung. Kulihat beberapa bebek sedang bermain air bersama teman-temannya dikolam ditengah taman. Mereka kelihatannya senang karena memang ini adalah hujan pertama dalam minggu yang panas ini. Di taman itu tidak ada siapa-siapa, hanya aku sendirian duduk memandangi bebek-bebek yang sedang bermain. Angin yang berhembus membawa udara dingin membuat mataku berat dan tanpa sadar aku sudah tertidur bersandar kekursi taman itu. Entah berapa lama aku tertidur, Entah ini siang atau sore aku tidak tahu. Matahari tampaknya malu untuk menampilkan mukanya. Ditengah tidurku yang pulas tiba-tiba aku mendengar suara samar-samar. Suara yang nyaring dan merdu. Aku membuka mataku sedikit. Bukan karena terganggu tapi lebih karena penasaran akan asal-usul suara itu. Disitu, dikursi taman yang ada dihadapanku ada sebuah pemandangan yang tadinya tidak ada. Disana duduk seorang wanita yang sedang mengenakan headset. Dia duduk bersandar dikursi dengan kedua tangannya terlipat didadanya dan kaki kanannya dinaikkan diatas kaki kirinya. Kepalanya sedikit menoleh kearah bebek-bebek yang ada di kolam. Rupanya sumber suara tadi berasal dari wanita itu. Dia sedang bersenandung pelan dan tampaknya dia sedang bahagia karena meski aku baru terbangun, aku dapat dengan jelas melihat senyuman diwajahnya. Sadar kalau aku terbangun, wanita itu menolehkan pandangannya kearahku.

“Apakah aku membangunkanmu?”

“Ah.. tidak juga” Balasku dengan sedikit tersenyum.

Aku membenarkan posisi dudukku dan mengamati wanita itu. Rambutnya yang pendek, berwarna hitam gelap, dan sedikit berantakan itu basah diguyur hujan dan terlihat seperti habis keramas. Dia memakai kemeja putih polos lengan panjang dengan bagian lengannya digulung sehingga seperti berlengan 3/4. Celananya berwarna hitam polos berbahan katun dan bermodel beage. Dia mengenakan sepatu hak tinggi berwarna coklat gelap. Tampaknya ia adalah pegawai kantoran. Disampingnya terdapat sebuah tas wanita berwarna hitam yang berbahan kulit dan sepertinya tas itu adalah merek terkenal yang mahal. Kami duduk saling berhadapan satu sama lain, namun kami tidak saling berbicara. Wanita itu sibuk memandangi bebek-bebek yang sedang bermain sambil bersenandung mengikuti alunan musik di headsetnya dan aku sibuk memperhatikan wanita itu. Senandung wanita itu seakan menyatu dengan suara rintikan hujan dan hembusan angin yang lembut. Rasanya aku dapat tertidur lagi kalau terlalu lama mendengarkan suara itu. Waktu berlalu dan hujan belum juga berhenti. Wanita itu masih melakukan hal yang sama, memandangi bebek sambil bersenandung. Aku telah mengalihkan pandanganku dari wanita itu dan ikut-ikutan memandangi bebek di kolam.

Lama sekali kami duduk terdiam, tapi aku tidak merasa bosan karena tiap detik diisi dengan senandungnya yang harmonis dengan suara sekitar. Rintik hujan semakin lama semakin jarang. Perlahan-lahan, dari balik awan terlihat sinar sang mentari. Hujan sudah reda. Langit tidak lagi bersedih dan matahari tidak lagi malu-malu menampilkan wajahnya. Aku berdiri dari tempat duduku dan mengucapkan salam kepada wanita itu untuk pulang. Dia membalas dengan anggukan kecil dan sebuah senyuman. Aku berjalan menjauh dari gazebo tempat kami menghabiskan waktu selama beberapa jam. Jalanan di taman itu becek akibat diguyur hujan dan aku harus melompat-lompat menghindari kubangan air yang ada dimana-mana. Hujan sudah reda. Inilah yang aku tunggu-tunggu. Inilah kenapa aku menunggu selama beberapa jam di gazebo itu, tapi entah kenapa semakin langkahku menjauh dari gazebo itu, semakin aku ingin kembali kesana. Setidaknya, itulah perasaan yang aku ingat waktu itu.

Writing Chalenge #3 : Free Writing About Song

Kalau bicara tentang lagu, semua orang pasti mempunyai lagu yang mereka suka dan mereka benci. Aku sendiri mempunyainya. Lagu yang aku suka. Terkadang sebuah lagu dapat membawamu pergi dari tempatmu berada menuju dunia penuh fantasi, sama seperti tulisan. Sebuah lagu memiliki jiwanya sendiri, dan terkadang dia memiliki sejarahnya sendiri yang hanya berarti bagi orang tertentu. Sejarah yang hanya dimengerti oleh orang tertentu. Sebuah lagu bisa menejadi simbol akan suatu peristiwa, baik itu yang bahagia atau sebaliknya.

Ada sebuah lagu yang selalu mengingatkanku (atau mungkin lebih tepat menyindir) akan sesuatu. Lagu karangan Ebiet G. Ade yang berjudul “Lagu Untuk Sebuah Nama”. Iya seleraku memang lawas dan aneh hahaha. Jadi, kembali lagi ke lagu itu. Setiap kali aku mendengar tentang lagu ini baik secara sengaja atau tidak, aku selalu teringat akan sesosok orang yang dulu pernah menjadi orang spesial dalam hidupku. Setidaknya itulah yang aku rasakan. Dan setiap kali aku mengingat orang itu, ada perasaan aneh ini yang muncul dalam hatiku. Perasan campur aduk yang tidak ingin aku ingat sekaligus ingin aku lindungi. Perasaan memalukan sekaligus manis yang bercampur menjadi satu dengan perasaan-perasaan lain.

Jadi teringat tentang ingatan-ingatan itu. Sedikit demi sedikit ingatan itu memudar dan aku takut kalau lama-lama ingatan itu bisa menghilang begitu saja. Itu tidak bagus! Aku ingin selalu mengingat ingatan yang memalukan itu. Kembali ke dua tahun lalu dimana aku baru saja menginjakkan kakiku di ruangan kelas 3 SMA. Ceritanya panjang, dan mungkin tidak akan aku ceritakan dalam waktu dekat hahaha. Yah lain kali saja cerita tentang itu, yang jelas jika aku mendengar lagu Ebiet G. Ade itu, aku selalu teringat dengannya dan segala kenangan yang ditinggalkannya.

Ada lagu lain? hmm mungkin ada. Dulu ada sebuah film yang sangat terkenal, aku juga suka dan sangat memfavoritkannya. Judulnya “Jomblo”. Film yang mengisahkan cerita cinta sekelompok mahasiswa. Hmm, jadi ingat. Mungkin kapan-kapan aku nonton lagi. Dalam film itu ada sebuah lagu yang sangat bagus, saat dimana Oleve (kalau tidak salah sih namanya itu) menangis karena dikhianati. Judul lagunya “Dewi Malam”. Lagu itu pernah aku nyanyikan (dalam SMS, wagu ya?) kepada orang spesial lainnya. Seseorang yang dulu sangat aku kenal dan sangat spesial. Lebih spesial dari orang yang aku ceritakan diatas dengan lagu Ebiet G. Ade. Ceritanya kita kembali kemasa SMP. Masa dimana Alay dan yah.. hal-hal memalukan terjadi. Saat itu aku masih sangat egois, arogan, aneh, yah bercampur dengan hal-hal jelek lainnya. Memalukan kalau aku mengingat-ingat kejadian lampau hahaha. Sosok “orang spesial SMPku” itu seperti dewi malam dalam lagu itu. Setidaknya bagiku. Pertemuan kami aneh, sangat aneh. Tapi kami, entah kenapa memilih untuk terus bersama. Ya, aku tak akan lupa hari pertemuan kita. Aku ceritakan kapan-kapan juga ya. Mungkin. Orang itu sedang apa ya sekarang?

Mungkin lagu terakhir adalah lagu dari Project Pop berjudul “Ingatlah Hari Ini”. Lagu itu mengingatkanku dengan teman-temanku. Saat-saat masih SMA dan main bareng. Lagu itu menjadi lagu terakhir saat karaokean. Lagu itu juga menjadi lagu di hari perpisahan kami (mungkin. Aku lupa). Yah yang jelas lagu itu mengingatkanku kalau aku pernah mempunyai saat-saat berharga dengan sekumpulan orang yang aku sebut teman. Oh iya, bicara tentang perpisahan, aku juga ingat saat perpisahan SMP The Jumper menyanyikan lagu “mungkinkah” pada perpisahan SMP. Saat itu aku rasa aku menangis hahaha. Sebuah lagu yang kita anggap biasa-biasa saja dapat memiliki arti spesial untuk orang lain. Sebuah lagu dapat menyimpan berjuta sejarah berharga milik seseorang. Sebuah lagu dapat membawa kita kembali ketempat dimana sebuah kenangan berada.

Well, sudah lama aku menulis, menyenangkan. Sampai ketemu lagi di tantangan berikutnya! Oh, mungkin kita akan sedikit bersenang-senang dengan mengarang cerita hihihi.

Writing Chalenge #2 : Settings!

Disini aku duduk memandangi laptop sendirian. Kedinginan. Meski sendirian aku tidak kesepian, juga tidak bosan. Dari ruangan tempatku berada aku dapat pergi kemana saja. Kapan saja. Sejauh apapun itu, aku dapat kesana. Dari tempatku duduk aku dapat mendengar berbagai macam suara. Mulai dari suara keras yang dikoar-koarkan sampai suara kecil yang berbisik dikegelapan. Dari ruangan tempatku duduk aku dapat mengungkapkan apapun yang ada dalam benakku. Kepada siapapun yang mau mendengarkan. Aku dapat berteriak, tetapi aku lebih suka berbisik. Dari tempatku duduk aku dapat merubah dunia. Mau kuubah menjadi tempat yang menyenangkan, atau kuubah menjadi tempat yang mengerikan. Aku dapat melakukannya. Tempatku berada sekarang adalah tempat spesial dimana aku menghabiskan hampir seluruh waktuku didalamnya. Sebuah tempat dimana aku dapat menjadi diriku sendiri tanpa perlu mengkhawatirkan orang lain. Sebuah tempat dimana harapan dan imipian tercipta. Tempatku berada sekarang adalah tempat spesial, setidaknya untukku. Mungkin kau bertanya-tanya, adakah tempat seperti itu? Tempat dimana kita dapat melakukan segalanya semau kita? Ya. Kalau kau tanya padaku akan aku jawab iya. Tempat seperti itu memang ada, tetapi tidak dapat diketahui keberadaannya. Memang terdengar aneh dan absurd tapi begitulah adanya. Tempat spesial itu hanya dapat diketahui oleh orang-orang tertentu saja. Orang-orang terpilih yang dipilih langsung oleh tempat itu sendiri.

Writing Chalenge #1 : Free Writing

Malam ini aku menemukan banyak bacaan bagus di internet dan salah satunya Blog University yang ada di alamat dailypost.wordpress.com. Disitu ada banyak artikel menarik yang dikategorikan seperti kelas-kelas. Aku mengambil kelas Writings 101. Sekarang aku sedang melakukan tantangan yang ditujukan untuk semua murid kelas tersebut, yaitu menulis bebas selama 20 menit. Post ini dimulai pada jam 23.10 malam dan akan berakhir pada jam 23.30 malam. Hmmm bakalan panjang banget nih! Semoga bisa terus menulis tanpa ada writer’s block yah.

Menulis enaknya sambil mendengarkan lagu dari Spotify hahaha. sudah menjadi kebiasaanku sih menulis malam-malam sambil mendengarkan lagu di Spotify. Jadi kalau engga rasanya ada yang kurang gitu. Memang, banyak penulis yang butuh ketenangan untuk menulis, tapi untukku aku membutuhkan lagu yang… asik, tidak terlalu ngebeat. Kalau bisa yang selow dan peacefull. Sebenarnya Spotify belum tersedia di Indonesia, tapi dengan sedikit akal-akalan atau bahasa kerennya hack, aku dapat mebuka Spotify dari laptop dan hpku hhoho. Caranya? Tinggal pakai VPN saja! Untuk VPNnya sendiri aku menggunakan Tunnel Bear – Sebuah software VPN yang paling mudah yang pernah aku tahu.

Wah kenapa nih!? Tiba-tiba Spotify di hp berhenti. Sebentar ya aku cek dulu. Menyebalkan sekali. Memang terkadanag HPku sering lola dan nge-hung. Yah tapi syukurlah sekaranh sudah jalan kembali Spotifynya. Alhamdulilah. Apa yang membuatku memilih Spotify dibanding memutar MP3 di komputer? Satu karena musik yang aku dengarkan di Spotify adalah LEGAL. Tanpa bayar dan memang legal (karena ada iklan). Tidak seperti musik yang ada di komputerku yang hasil downloadan ilegal dari internet hahaha. Kedua karena kita bisa mendengarkan musik yang sebelumnya tidak bisa atau susah kita cari dan dengarkan jika kita browsing di internet karena disini sudah dikategorikan dengan berbagai kategori dan memang semua musik ada disini! dari yang oldiest sampai yang terbaru. Dari genre selow sampai ngebeat. Semua ada. Jadi mau itu musik terbaru yang baru rilis dan belum ada di internet untuk didownload atau musik lawas yang saking lawasnya tidak bisa ditemukan dimanapun atau musik yang “kurang terkenal” yang sebenarnya sangat bagus(menurut selera kita) maupun musik top yang sedang ngetren. Semua ada! Jadi aku sangat senang menggunakan Spotify! Oh iya, alasan ketiga karena ini streaming/podcast sehingga tidak memenuhi memory di komputer atau handphone. Kedengarannya seperti promosi ya? hahaha. Tidak apalah, toh itu untuk membalas jasa Spotify yang telah mengijinkanku mendengarkan semua musik secara legal kapan saja dan toh aku sedang latihan Free Writing. Jadi… semua terbayar. Its all cool.

Tidak terasa sekarang jam menunjukkan pukul 23.27 malam. Sebentar lagi sudah 20 menit aku menulis! waaah kok ngga kerasa ya? Apa karena saking asiknya menulis? Padahal dari tadi tulisannya ngga mutu kaya gini hahahaha. Yah senag lah mendengarnya, itu artinya aku benar-benar menyukai menulis. Mudah-mudahan saja aku dapat berkarier sebagai penulis 🙂

Waps! Ibuku bangun dan mengomel haha. Memang sekarang sudah malam sih… Sebentar lagiiii ya bu… Aw satu menit lagi. Ayo ayo ayo countdown to heaven! Dor 23.30! Dengan ini aku akhiri tulisan absurdku pada malam hari ini. Caw!

Set The Goal

Tadi lagi mandi dan kepikiran banyak hal. Memang kalau lagi mandi selalu muncul pikiran-pikiran atau ide-ide yang kadang bagus, kadang bodoh. Jadi idenya tentang situs pribadiku. Sebenarnya sudah kepikiran sejak lama tentang situs pribadi, tapi tadi kepikiran tentang fitur tambahan yaitu timeline project. Jadi setiap project selalu ditanggali dan ada status serta deskripsinya. Kapan dimulai, kapan berhasil, atau kapan gagal. Tampilannya seperti timeline pada ensiklopedia encarta tapi lebih keren dan interaktif.

Oiya ngomong-ngomong tentang project, aku ngga jadi ikut GEMASTIK tahun ini karena berbagai alasan. Sayang sekali. Tapi aku memutuskan HARUS ikut IPC nanti, jadi sekarang aku coba membuat game sendiri. Iya sendiri. Habis aku belum menemukan orang yang kompeten. Kalau salah memilih anggota tim nanti malah jadinya kaya Gemastik, mengecewakan.

Tadi pagi aku mulai ngoding gamenya. Sebenarnya sudah dari kemarin mendesain gamenya. Jadi mulainya hari apa? sekarang atau kemarin? Ah sekarang saja, soalnya kemarin ndesainnya infinite runner tapi sekarang jadi game super simple. Yap, kita coba dulu dengan konsep game sesimple ini. Bisa atau enggak? hmmm.. Nanti kalau sudah prototipe aku kasih tau detail projectnya.

Learning Till We Die

Hari ini sebenarnya aku tidak berniat untuk pergi kekampus, tapi gara-gara bingung tentang KRS jadi aku memutuskan untuk pergi saja. Di kampus aku sama Dilla ambil KHS lalu menunggu pak Eddy yang belum ada diruangannya. Di saat kita sedang menunggu, aku ketemu mba Siti (PK-nya aku saat ospek jurusan). Dan yah seperti itulah, kurasa dia tambah kurus. Si mbanya pinjem pulpen sama tipex, kami duduk di koridor sebelah bapendik udah kaya pengungsian nutupin jalan hahaha. Setelah itu kita masuk ke bapendik dan minta tambahan kuota matakuliah dan (seperti biasa) dijawab dengan jutek oleh petugas bapendik. Ternyata sudah ditambah kuotanya menjadi 100 per kelas. Aku langsung mengecek KRS untuk entri matakuliah itu dan ternyata sudah mau penuh lagi! Untung aja masih sempat.

Kita menunggu pak Eddy di koridor sebelah bapendik. Lamaaaa banget, tapi enggapapa sih soalnya sambil download hahaha. Oh, kami nunggunya ramai-ramai. Orang yang duduk di koridor bertambah setidaknya 4 orang lagi. Beneran menuh-menuhin jalan tuh. Setelah lama-lama menunggu ternyata pak Eddy ada di ruangan sebelah bapendik tepat didepan kami duduk! Dia sedang rapat mengenai KRS katanya. Setelah dia selesai, kami konsultasi dan menyerahkan KHS. Lalu aku melanjutkan download lagi dan bertemu beberapa teman lagi. Tamat.

Malam harinya, bapak minta diajarin bahasa inggris karena besok akan dijadikan sampel untuk mengukur tingkat kemampuan bahasa inggris di pemerintah daerah oleh pemerintah pusat. Ibu menyarankan untuk membukakan situs Duolingo. Well, jadinya aku bukakan situsnya dan dia sepertinya asik belajar disitu. Memang Duolingo sangat menakjubkan! hahaha. Kali ini benar-benar tamat.

Main Malam-malam

Tadi habis main bareng Opip, Angga, sama Tsabit. Tiba-tiba aja aku di sms Opip suruh main dan aku belum mandi. Pertama kita ke Mamoo Milk, disana cuma bertiga. Ada seorang perempuan yang liat aku, aneh. Terus dari situ kita ke Aah, Tsabit menyusul saat kita di sana. Di situ juga ada perempuan yang liat aku, aneh. Memangnya aku segitu anehnya ya? hmhmhm.

Kita membicarakan macam-macam hal, tapi sepertinya kurang menarik hahaha. Yah sebenarnya besok rencana ke Dieng hanya saja dibatalkan karena berbagai alasan, dan aku bingung kita harus kemana liburan depan. Adakah suatu tempat yang bisa dijangkau dengan kereta api dan murah serta menyenangkan? hmm, sayangnya sistem kereta api di Indonesia tidak seperti di Jepang. Payah ah hahahahaha. Habis, kalo di Jepang kan kita bisa pergi ke mana aja pakai kereta api. Iya kan? Perbaiki tuh harusnya..

Well, pertemuan malam ini kurang berasa, tapi oke-oke saja. Habis ngga enak juga kan diem terus dirumah? Mungkin beberapa hari kedepan aku akan ngajak main kesuatu tempat.

No Time to Waste!

Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan penawaran spesial dari The Muse. Yah kebetulan saja sih sebenarnya. Jadi waktu itu aku sedang membaca-baca artikel di The Muse, dan sampailah aku pada sebuah artikel. Aku baca sampai bawah dan ternyata dibawahnya ada penawaran spesial! Aku mendapatkan akun Treehouse GRATIS ahahaa. Alhamdulilah. Jadi beberapa hari ini aku sibuk belajar ini-itu di Treehouse. Banyak sekali yang bisa dimanfaatkan disini, cara mereka mengajar simple dan menyenangkan. Akunku ini adalah akun gratis dan aku nggatau sampai kapan berlaku. Mungkin sebulan? tapi aku berharap bisa selamanya hahaha amin. Walau cuma sebulan ya ngga papa, aku download semuanya sebelum satu bulan itu 😀

Happy Learning!

Hallo

Malam ini aku sedang asik baca komik yang judulnya Shokugeki no Soma. Komik ini baru aku temuin tadi siang pas nunggu-nunggu updateannya Fuuka. Komiknya tentang masak tapi keren ceritanya. Dan sambil membaca komik, aku juga belajar tentang AJAX hohoho. Sekarang aku sudah lebih paham mengenai AJAX dan kemungkinan bisa menggunakannya untuk operasi-operasi dasar(belum praktik sih). Oke, aku mau lanjut baca dulu!